Strategi sebelum tindakan.
Setiap langkah hukum harus mengubah posisi hukum atau komersial, bukan sekadar menambah aktivitas prosedural.
PENAGIHAN PIUTANG · PKPU · LITIGASI KOMERSIAL · KEPAILITAN
Fortis Aquilae Legal Network adalah praktik sengketa komersial dan restrukturisasi berbasis di Jakarta dengan pendekatan kuat dari perspektif kreditor untuk penagihan piutang, PKPU, litigasi komersial, kepailitan, dan strategi eksekusi. Kami juga mendampingi debitor, korporasi, investor, dan pemilik usaha ketika strategi hukum harus selaras dengan tujuan komersial dan dapat dilaksanakan secara nyata.

KEAHLIAN UTAMA
Posisi hukum, bukti, prosedur, daya tawar, risiko, dan kemampuan pelaksanaan harus bekerja sebagai satu strategi—bukan sebagai langkah yang terpisah.
Piutang usaha, wanprestasi, analisis jaminan, strategi penagihan, gugatan perdata, dan pelaksanaan eksekusi.
Pelajari layanan → 02Permohonan, verifikasi tagihan, strategi pemungutan suara, negosiasi, rencana perdamaian, homologasi, dan perlindungan posisi kreditor maupun debitor.
Pelajari layanan → 03Sengketa kontrak, perselisihan pemegang saham, wanprestasi, klaim bisnis, upaya hukum, dan strategi eksekusi.
Pelajari layanan → 04Permohonan pailit, verifikasi tagihan, posisi kreditor, pengurusan dan pemberesan boedel pailit, serta sengketa dalam proses kepailitan.
Pelajari layanan → 05Kontrak komersial, tata kelola perusahaan, pendapat hukum, perizinan, kepatuhan regulasi, dan bisnis teregulasi.
Pelajari layanan → 06Regulasi OJK dan Bank Indonesia, perizinan, kepatuhan, pemeriksaan regulator, serta sengketa di sektor teknologi keuangan.
Pelajari layanan → 07Perkara KPPU, perjanjian terlarang, posisi dominan, penilaian merger, dan risiko persaingan pada industri teregulasi.
Pelajari layanan →FOKUS PEMBELAAN PIDANA
Keahlian pidana utama dipisahkan agar klien dapat langsung menuju strategi yang relevan dengan jenis eksposurnya.
Pendampingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, persidangan, analisis dokumen, saksi, transaksi, aset, dan perkara paralel.
Pelajari layanan → 02Strategi pembelaan terhadap dugaan tindak pidana narkotika dengan fokus pada bukti, prosedur, peran, penguasaan, dan ancaman pidana.
Pelajari layanan → 03Analisis tindak pidana asal, aliran dana, identifikasi pemilik manfaat (beneficial owner), bukti keuangan, pemblokiran, penyitaan, dan risiko aset.
Pelajari layanan →MENGAPA FORTIS
Setiap langkah hukum harus mengubah posisi hukum atau komersial, bukan sekadar menambah aktivitas prosedural.
Kronologi, dokumen, saksi, transaksi, dan pengakuan diuji sebelum menjadi argumentasi.
Kemampuan pelaksanaan, aset, risiko, dan konsekuensi praktis dinilai sejak awal, bukan setelah putusan atau teori pembelaan dibentuk.
Keputusan strategi yang material dipimpin langsung oleh Romario Palayukan dengan tingkat risiko dan langkah berikutnya yang jelas.

MANAGING PARTNER
Advokat Indonesia yang berpraktik sejak 2014 dan anggota aktif PERADI serta AKPI, dengan fokus pada litigasi komersial, penagihan piutang, restrukturisasi, PKPU, kepailitan, serta pembelaan perkara pidana berisiko tinggi.
Pendekatannya dimulai dari hasil yang benar-benar dibutuhkan klien, kemudian diuji terhadap kedudukan hukum, bukti, forum, prosedur, daya tawar, risiko, serta jalur eksekusi atau pembelaan.
Lihat profil lengkap →PENGALAMAN TERPILIH
Contoh penugasan berikut disajikan secara anonim untuk menjaga kerahasiaan klien, sekaligus menggambarkan skala dan kompleksitas perkara yang kami tangani.
Penanganan kepailitan sebagai Kurator dengan nilai tagihan kreditor sekitar Rp900 miliar.
Penanganan proses PKPU dan restrukturisasi utang bernilai sekitar Rp108 miliar.
Mandat penagihan piutang lintas yurisdiksi dengan nilai klaim sekitar USD 700 ribu.
Memperoleh putusan bebas pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung dalam perkara korupsi, setelah sebelumnya dijatuhi pidana penjara selama 20 tahun.
KONSULTASI RAHASIA
Sampaikan para pihak, kronologi singkat, alat bukti surat, tahap perkara, serta hasil yang ingin dicapai. Tim kami akan melakukan penilaian awal untuk menentukan isu utama dan opsi langkah berikutnya.